Surat Cinta untuk Mama – Pojok Bebas

Untuk Hari Perempuan Sedunia, 8 Maret 2026


Oleh: Milikior Sobe, S.Fil. **

 

Untukmu, penjaga denyut hidupku,
Kutulis puisi ini dalam rindu yang pilu.
Semoga namaku masih kau sebut dalam doa,
Mama, di setiap sujudmu kepada-Nya.

 

Sejak Papa memilihmu sebagai pelabuhan,
Cinta tumbuh diam-diam di rahim hangatmu.
Di sana kami lahir, buah hati yang kau panggil nama,
Dalam hitungan sembilan bulan sepuluh hari penuh rahasia.

Kau gendong kami dalam pelukan yang tak pernah lelah,
Menyusui hingga dua tahun, meneteskan kasih sebagai madu.
Kau ajarkan kecerdasan dengan sabar,
Bijaksana, sederhana, suci dalam hidup sosial yang kau rajut.

Setia kau dampingi langkah kami:
Dari usia dini hingga remaja yang mulai mencari jati diri.
Kau cinta pertama kami sebelum dunia menggoda,
Kau tetap hadir, meski kadang diam menyimpan luka.

Hatiku perih saat kami jauh demi ilmu yang lebih tinggi,
Pulang hanya sesekali, tergantung kantong dan waktu.
Namun rindu selalu pada masakan khasmu yang hangat,
Dan bangga membuncah saat togak sarjana kau lihat di kepala anakmu.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *