Menjadi Pelayan, Batu Hidup, dan Jalan dalam Gelisah Ziarah Menuju Rumah Bapa

Oleh Rm. Inosensius Sutam



Alam telah melayani meja santapan kita setiap hari. Dia juga telah mewartakan pekerjaan agung Allah lewat keindahan dan kesegaran tulus. Alam telah menjadi batu hidup. Rumah kehidupan kita.

(Minggu Paskah V Tahun A; 3 Mei 2026; Kis 6:1-7; 1 Ptr 2:4-9; Mzm 33:1-2.4-5.18-19;R.22; Yoh 14:1-12)

Resah dan gelisah menunggu di sini. Demikian cuplikan sebuah lagu pop tahun 80-an. Kegelisahan adalah bagian dari hidup. Jawaban kegelisahan itu adalah percaya.Iman. Wujud dari iman adalah menjadi pelayalan yang setia, batu hidup, dan jalan yang berziarah menuju rumah Bapa. Inilah salah satu benang merah bacaan hari ini.

Dalam bacaan pertama (Kis 6:1-7), ada kegelisahan dan ketidakpuasan: (1) yang menimbulkan sungut-sungut antara orang Yahudi berbahasa Yunai dan Ibrani, karena pelayanan yang tidak adil terhadap janda-janda. (2) Para rasul juga merasa tidak puas, karena pelayanan Firman dilalaikan kerana pelayanan kepada yang kecil seperti janda.

Jalan keluarnya: para rasul memilih tujuh diakon/pelayan yang penuh iman dan Roh Kudus. Dengan demikian pewartaan Firman (Kerygma) dan pelayanan (diakonia) kepada yang lemah terpenuhi.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *