Meneropong Agama di Era Post-Antroposen: Menuju Kajian Trans-Sosiologis (Bag.III)

Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng



Risiko, Refleksivitas, dan Modernitas Cair

Hadirin yang budiman,

Teori masyarakat risiko (risk society) Ulrich Beck merupakan salah satu inti dari sosiologi agama
pos-antroposen. Dia berpendapat bahwa risiko buatan menandai modernitas akhir. Posisi ini
merujuk pada konsep “bahaya sistemik” yang terkuak dari perkembangan industri dan
teknologi.28 Bagi Beck, krisis ekologi merupakan contoh risiko tersebut. Dia melampaui batas
batas nasional dan melabrak mekanisme kontrol tradisional—termasuk yang berasal dari agama.

Konsep modernitas refleksif Giddens melengkapi perspektif ini.29 Dia menekankan pemeriksaan
diri yang berkelanjutan oleh lembaga-lembaga sosial dalam kondisi pengetahuan asli dan
ketidakpastian. Agama berpartisipasi dalam refleksivitas ini. Agama dapat menawarkan narasi
etis. Agama juga secara terbuka dapat menantang “respons teknokratis” terhadap masalah
ekologi.

Gagasan modernitas cair Bauman (2000) lebih lanjut menjelaskan kerapuhan kondisi masyarakat
yang berubah cepat. Masyarakat yang mengidap kerapuhan komitmen moral.30 Di sini, agama
dapat berfungsi sebagai sumber orientasi moral dalam dua fungsi esensial—pertama, agama
dapat menjadi sumber stabilitas baru—sekaligus kedua, ia dapat beradaptasi di tengah perubahan
ekologis dan sosial.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *