Bela Negara Bukan Hanya Angkat Senjata: Redefinisi Aksi Nyata di Era Digital

Oleh Titinda A. T. Sindi, Mahasiswi Semester II St. Sirilus Ruteng



Seiring dengan perkembangan zaman, konsep bela negara mengalami pergeseran paradigma. Jika dahulu bela negara identik dengan perjuangan fisik dan angkat senjata melawan penjajah, kini maknanya meluas menjadi upaya menjaga kedaulatan bangsa di berbagai lini kehidupan. Di era disrupsi informasi, tantangan terbesar bangsa bukan lagi invasi militer dari luar, melainkan ancaman asimetris di ruang digital yang mampu menggerus persatuan dan jati diri bangsa.

 

Tantangan Non-Fisik di Era DigitalDunia digital

Tantangan non-fisik di era digital dunia digital telah menjadi medan tempur baru. Penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian (hate speech) berpotensi menciptakan polarisasi di masyarakat. Selain itu, arus budaya asing yang tidak tersaring dapat mengancam nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam konteks ini, bela negara merupakan manifestasi dari kesadaran setiap warga negara untuk ikut serta menangkal ancaman-ancaman non-militer tersebut.

 

Implementasi Aksi NyataMahasiswa

Sebagai kaum intelektual memiliki peran sentral sebagai agen perubahan dalam gerakan bela negara digital. Aksi nyata tersebut dapat diwujudkan melalui tiga pilar utama.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *