Krisis Etika Publik dalam Tragedi Kemanusiaan di TTU: Sebuah Refleksi Etis

Oleh: Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th (Dosen Filsafat dan Character Building Binus University-Jakarta)



Beberapa waktu terakhir ini wacana publik TTU-NTT dan Indonesia khususnya dikejutkan oleh kasus meninggalnya dokter Ica Pakaenoni yang bertugas di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT. Kasus ini viral dan menjadi perbincangan publik di media sosial dan platform digital lokal, regional, nasional hingga mondial. Kita berduka cita yang mendalam terhadap Almarhumah dokter Icha, semoga jiwanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa. Semoga para anggota keluarga diteguhkan dan diberi ketabahan dalam peristiwa ini.

Saya terpikir untuk merefleksikan kasus ini dalam konteks etika, secara khusus etika publik dan etika kemanusiaan.  Etika publik sejatinya merupakan dasar utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara kita di Indonesia. Etika publik itu galibnya mengatur cara atau bagaimana seorang pejabat publik itu menggunakan otoritasnya secara bertanggung jawab, adil, dan menghormati harkat martabat manusia sebagai subjek moral.

Dalam konteks peristiwa yang terjadi di Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara-NTT, kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh 3 anggota DPRD terhadap seorang dokter hingga berujung pada meninggalnya sang dokter, menunjukkan adanya fakta cerminan krisis serius dalam praktik etika publik di Indonesia secara umum dan secara khusus dalam konteks Timor Tengah Utara-NTT. Peristiwa ini bukan saja sekadar insiden personal, melainkan terlebih persoalan sistemik yang menyangkut abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan), pelanggaran nilai kemanusiaan, dan kegagalan karakter profil pemerintahan yang baik.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *