AktualNews.Org – Ketua LOPO Timor Tengah Utara (TTU) Jakarta, Imanuel Iyung Tonis, menilai bahwa pemberian gelar Raja (Usi) kepada Presiden Joko Widodo perlu dikoreksi dan dipertimbangkan secara matang. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi merendahkan martabat orang Timor apabila tidak memperhatikan makna historis dan budaya yang melekat pada gelar tersebut.
Tonis menegaskan bahwa masyarakat Pah Meto (Timor) memiliki sejarah, peradaban, serta perjalanan perjuangan para leluhur yang khas dan tidak bisa dilepaskan dari identitas budaya Timor yang unik sepanjang sejarah eksistensinya.
“Orang Timor memiliki sejarahnya sendiri, leluhur kita memiliki peradaban sendiri, dan para Usi (Raja) memiliki perjuangan serta pengorbanannya sendiri,” ujar Imanuel, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, Joko Widodo tidak perlu dinobatkan sebagai Raja atau gelar adat yang memiliki makna kepemimpinan tradisional yang sangat tinggi dalam masyarakat Timor. Ia menilai bahwa bentuk penghargaan yang lebih tepat adalah pemberian gelar kehormatan sebagai apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
