Oleh: Fritz Fios (Akademisi, filsuf dan pengamat sosial politik)
Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan tanggapan yang beragam di ruang publik. Ada sebagian masyarakat menyambutnya dengan antusias, sementara sebagian lainnya mempertanyakan motif politik maupun simbolisme yang menyertai kunjungan tersebut. Dalam situasi seperti ini, kita perlu melihat fenomena ini secara proporsional, sehingga tidak terjebak ke dalam sikap glorifikasi ataupun penolakan yang berlebihan.
Di pihak yang mendukung, kunjungan Pak Jokowi ini dipandang sebagai suatu bentuk kedekatan emosional dengan masyarakat NTT. Selama dua (2) periode pemerintahannya, NTT memang menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian cukup tinggi melalui berbagai proyek pembangunan: bendungan, pengembangan kawasan wisata Labuan Bajo, pembangunan infrastruktur jalan, penguatan konektivitas wilayah, PLBN, hingga program sosial dan ketahanan pangan yang dirasakan masyarakat NTT. Karena itu, sebagian masyarakat menganggap kunjungan Jokowi ini sebagai kelanjutan hubungan antara seorang mantan pemimpin dengan daerah yang pernah menjadi fokus pembangunan nasional di masanya.
