Oleh Moses S., Penulis Tinggal di Jakarta
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman budaya. Dalam konteks Gereja Katolik, keberagaman tersebut bukanlah penghalang bagi pewartaan iman, melainkan kekayaan yang dapat menjadi sarana perjumpaan dengan Allah. Salah satu bentuk nyata penghayatan tersebut adalah melalui misa inkulturasi.
Perayaan Misa Inkulturasi Flobamoratas di Paroki Jatiwaringin pada Minggu, 9 Agustus, berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Flobamoratas, yang merupakan wadah kebersamaan masyarakat dari berbagai kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, menghadirkan kekayaan budaya daerah ke dalam perayaan Ekaristi. Misa dipimpin oleh Romo Rafi Yusuf Freinademetz Hopelewo Uran,CSsR,bersama tiga imam konselebran lainnya. Perarakan pembukaan dimeriahkan oleh tarian bernuansa Bajawa dan Manggarai, sementara pada penutupan umat kembali disuguhkan perpaduan tarian khas kedua daerah tersebut. Setelah misa, kebersamaan dilanjutkan melalui acara ramah tamah dengan kuliner khas NTT dan tarian bersama yang penuh kegembiraan.Peristiwa ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan sekaligus memperdalam penghayatan iman.
