Penulis: Walburgus Abulat (Jurnalis Senior, Staf LNBM, dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati)
Dikenang boleh, dilupa jangan. Demikian satu adagium bermakna yang memotivasi penulis untuk memulai tulisan tentang Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM). LNBM lahir dari sebuah keprihatinan akan situasi kemiskinan akut masyarakat sekaligus kerinduan memberikan jawaban atasnya. Lembaga Non Government Organization (NGO) ini diinisiasi oleh tiga orang tokoh: Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th, Ir. Yohanes Jehan dan Iwan Manasa, S.IP. Sejak awal Kanisius Teobald Deki, yang biasa disapa Nik Deki, didapuk menjadi direktur lembaga sejak berdirinya tahun 2013.
Dari dokumen Anggaran Dasar, diketahui bahwa Lembaga Nusa Bunga Mandiri didirikan dengan tujuan untuk mengambil bagian dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui riset dan pemberdayaan ekonomi lokal dengan metode partisipatif.
Misi pengentasan kemiskian dan pemberdayaan ekonomi lokal ini secara implisit juga bagian dari upaya membangun peradaban manusia.
Suatu peradaban yang mencakupi serangkaian upaya kompleks yang melibatkan pengembangan nilai-nilai, budaya, teknologi, dan tatanan sosial untuk meningkatkan taraf hidup manusia.
