Oleh Pascual Semaun, SVD (Misionaris SVD Bekerja di Paraguay) dan Walburgus Abulat (Jurnalis dan Penulis Buku)
Pengantar Redaksi
Tulisan ini dipersembahkan untuk mengenang sosok Alm. Kakek (lopo) Agavitus Rahu yang meninggal dunia lima tahun lalu di usia 91 tahun. Diramu oleh kedua putra almarhum yaitu Pater Paulus Paskalis Semaun, SVD yang saat ini menjadi misionaris di Paraguay, Amerika Latin, dan Walburgus Abulat, wartawan senior di Flores dengan jabatan sebagai salah seorang direksi di Florespos.net. Sosok dan perjalanan hidup almarhum Lopo Aga, begitu ia biasa disapa, memang menarik untuk diulas; selain karena perjalanan hidupnya yang begitu bermakna untuk keluarga dan orang-orang sekitarnya, pertobatan, hingga hanya mengandalkan Iman serta membaca Kitab Suci setiap hari, juga karena ketokohannya sebagai orang tua yang dikenal bijaksana. Lopo Aga sangat melek dengan literasi hingga usia 91 tahun. Tiada hari tanpa membaca dan menulis. Dan buah pemikirannya terbilang mengagumkan. Simak saja tulisan berseri menarik dari kedua putranya ini.
- Catatan Awal
Sosok mendiang Agavitus Rahu (meninggal 1 Desember 2019) warga Tureng Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT) mewarisi aneka nilai bermakna kepada elemen warga setempat, terutama kepada anak-anak dan keluarga besarnya.
