JAKARTA, AktualNews.Org – Di tengah duka mendalam yang masih menyelimuti dunia kereta api Indonesia pasca tragedi kecelakaan maut Kereta Argo Bromo Aggrek versus KRL di Bekasi Timur baru-baru ini yang merenggut 16 nyawa, tragedi kembali menyelimuti dunia perkereta-apian tanah air.
Seorang remaja berusia 13 tahun berinisial IPS dilaporkan meninggal dunia setelah terserempet KRL di jalur rel kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu, 3 Mei 2026, malam.
Merespons rentetan kejadian memilukan ini, pihak KAI bergerak cepat dengan mengambil langkah sesuai instruksi presiden, yakni akan segera menutup lebih dari 200 perlintasan yang tidak memenuhi syarat keselamatan.
“Pokoknya sesuai dengan pernyataan di awal, yang tidak memenuhi persyaratan awal akan saya tutup. Sudah saya mulai sesuai perintah bapak Presiden. Ada 1864 lokasi dan ada lebih 200 perlintasan yang akan segera kami tutup,” ungkap Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026) sebagaimana diberitakan tayangan HotShot SCTV, Selasa (5/5/2026).
