Kasih sebuah Ekosistem: Aku, Sesamaku, Komunitasku, Alamku, dan Allahku

Oleh Rm. Inosensius Sutam



Kasih kepada Tuhan dan sesama harus ditunjukkan juga kepada alam. Alam itu mengasihi manusia dengan sabar, setia, dan tahan akan penderitaan. Alam telah menjadi altar, kurban dan persemabahan untuk hidup manusia. Alam adalah tanda kasih Allah yang nyata. Mari kita jangan merampas dengan segenap nafsu, tetapi mengasihinya dengan segenap hati.

(Kamis 4 Juni 2026, MB IX Tahun A; 2 Tim 2:8-15; Mzm 25:4bc-5ab.8-9.10,14; Mrk 12:28b-34)

Jaringan Kasih dalam Totalitas dalam Kerajaan Allah

Kita selalu membicarakan kasih sebagai hukum utama. Seperti apakah kasih itu sesungguhnya? Bacaan hari ini menunjukkan bahwa totalitas dalam menderita karena kasih, itulah yang membedakan antara kasih dan nafsu, suka, dan kemunafikan pura-pura mencintai demi merampok orang lain dan alam. Kasih tidak pernah berhenti pada satu titik, pada diriku sendiri. Ia adalah Kerajaan Allah yang terbuka untuk semua.

Menderita dalam Wartakan Kristus demi Kemuliaan Kekal

Dalam bacaan pertama, (a) semua orang beriman dipanggil untuk menjadi pewarta Injil.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *