Dari Salib Ke Harapan: Paskah dan Realitas Pergumulan Anak Muda

Oleh Fransiskus Arifin Ngombur, Mahasiswa Semester 2 Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS St. Sirilus Ruteng


Paskah sering kali dipahami sebatas perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Di gereja, kita menyanyikan lagu kemenangan, mendengar khotbah tentang kasih dan pengorbanan, lalu pulang dengan sukacita. Namun, di balik perayaan itu, ada realitas lain yang tidak kalah nyata: pergumulan anak muda hari ini yang penuh tekanan, kecemasan, dan ketidakpastian masa depan.

Pertanyaannya, apakah Paskah masih relevan bagi anak muda yang sedang berjuang dengan krisis identitas, toxic relationship, tuntutan akademik, dan tekanan sosial media? Atau Paskah hanya menjadi simbol religius yang jauh dari kehidupan nyata?

Salib sebagai Simbol Realitas Penderitaan. Sebelum kebangkitan, ada salib. Salib bukan simbol romantis, tetapi lambang penderitaan, penolakan, dan rasa ditinggalkan. Dalam narasi iman Kristen, Yesus Kristus mengalami pengkhianatan, kesepian, bahkan ejekan dari orang-orang di sekitarnya.

Jika ditarik ke konteks anak muda, salib bisa menjadi metafora dari pergumulan sehari-hari, seperti perasaan tidak dihargai dalam hubungan, tekanan untuk terlihat “sempurna” di media sosial, rasa bersalah atas masa lalu, dan ketakutan tidak diterima lingkungan.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *