Oleh Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Universitas katolik Widya Mandala Surabaya
Pendidikan SMP merupakan pendidikan yang krusial karena berkaitan langsung dengan suatu periode batas antara usia anak-anak dan orang dewasa. Periode ini disebut dengan beberapa istilah seperti masa remaja, pubertas dan akil balik. Di SMP anak-anak berada pada masa remaja awal dengan rentang usia 13-15 tahun. Pada masa ini, peserta didik mengalami berbagai perubahan, baik pada aspek fisik, sosial, mental, maupun intelektual (Sutirna:2013),
Perubahan-perubahan tersebut secara alami mendorong remaja untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi pada dirinya serta membayangkan kehidupan yang akan dijalaninya di masa depan. Mereka mulai mengajukan berbagai pertanyaan kepada diri sendiri, seperti, “Apa yang sedang terjadi pada diri saya?” dan “Saya ingin menjadi apa di masa depan?” Erik Erikson dalam tahapan perkembangan psikososisal menjelaskan bahwa anak usia 12-18 tahun berada dalam situasi bingung, mencari identitas diri. Situasi ini merupakan perjalanan mengenal diri sendiri. Untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pendidikan perlu mengajarkan pengenalan diri.
