Dampak TKA 2026 Terhadap Pemetaan Kompetensi Literasi dan Numerasi di Indonesia

Oleh Avensagtris Mensen,S.Pd.Gr (Guru SMPK Tri Bhakti Reo)



Tes Kemampuan Akademik Nasional 2026 yang baru diumumkan Kemendikdasmen untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs memberi kita sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar angka: sebuah peta. Peta kompetensi literasi dan numerasi siswa Indonesia hari ini. Dan peta itu menunjukkan medan yang timpang.

Data rerata nasionalnya sederhana tapi menampar:
SD/MI Sederajat: Bahasa Indonesia 60,14 | Matematika 43,41
SMP/MTs Sederajat: Bahasa Indonesia 60,83 | Matematika 40,34

Dengan skala 0-100, selisih hampir 17 poin di SD dan 20 poin di SMP bukan kebetulan. Ini pola. Dari sini, setidaknya ada 5 dampak besar TKA 2026 terhadap cara kita memahami dan membenahi literasi-numerasi di Indonesia.

1. TKA 2026 Mengonfirmasi Diagnosis Lama: “Jago Baca, Lemah Hitung”

Selama ini kita sering dengar istilah “Indonesia darurat literasi” dari hasil PISA. Tapi TKA 2026 kasih potret yang lebih detail dan lebih jujur untuk konteks nasional. Ternyata literasi Bahasa Indonesia siswa kita sudah masuk zona “cukup”. Angka 60,14 di SD dan 60,83 di SMP berarti mayoritas siswa sudah mampu memahami teks dasar, menemukan informasi eksplisit, dan membuat inferensi sederhana. Itu kabar baik. Fondasi membaca sudah terbentuk.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *