Oleh Walburgus Abulat (Jurnalis, Pemerhati Lingkungan dan Penulis Buku)
Love at the first sight–Cinta pada pandangan pertama. Demikian adagium bermakna untuk melukiskan perjumpaan perdana penulis dengan sosok penyelamat satwa komodo dan habitatnya warga RT/RW 001/002 Kelurahan Pota, Kecamata Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT Arsyad. Kediamannya juga sebagai locus Pusat Informasi Komodo/Rugu yang terletak di Jalan Lintas Utara Flores,. Kelurahan Pota.
Arsyad sendiri dikenal kalangan luas dan warga setempat sebagai penyelamat habitat komodo atau rugu bahasa setempat. Gelar peduli lingkungan yang disandang kepadanya bukan sekadar lip service atau ungkapan pemulus manis belaka.
Buktinya, suami dari Halmawati yang dikarunia tiga orang anak ini memang total sebagai penyelamat satwa Komodo dalam belasan tahun terakhir.
Data menunjukkan bahwa dalam 14 tahun terakhir sedikitnya, Arsyad telah menyelamatkan belasan satwa komodo yang terdampat jauh dari habitannya atau yang masuk ke permukiman warga.
Beberapa contoh aksi penyelematan yang dilakukan Arsyad bisa kita litanikan di antaranya:
