Melihat Jauh dan Tinggi, Melampaui “Kini-Sini” ala Kartini, Stefanus, dan Yesus

Oleh Romo Inosensius Sutam



Alam mengalami kegelapan, dan hal itu mengggelapkan hidup manusia. Alam membutuhkan visi baru Kartini :terbitlah terang, Stefanus: langit terbuka, dan visi Yesus; roti surga, roti hidup. Sehingga tanah berbatu memberikan kita roti dan padang gurun memberikan kita air dan kita tidak lapar dan tidak haus lagi.
(Selasa Paskah III Tahun A; 21 April 2026; Kis 7:51-8:1a; Mzm 31:3c-4-6ab.7b.8a.17.21ab; Yoh 6:30-35)

Hari ini Bangsa Indonesia merayakan hari R.A. Kartini yang terkenal dengan bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang. Ini sebuah gugatan terhadap adat-istiadat dan budaya patriarki yang membelenggu perempuan. Ia sendiri mengalami pingitan. Ia memperjuangkan kesetaraan dan hak perempuan untuk menentukan nasibnya sendiri, untuk berpendidikan, dan bekerja di ruang publik. Ia tidak tinggal diam. Karena itu ia menulis dan tentu saja membaca. Ia sadar untuk bisa membaca dan menulis, serta berpikir kritis, maka perempuan harus berpendidikan. Kita coba membaca benang merah perjuangan Kartini ini dalam terang kedua bacaan hari ini.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *