Mengulik Nalar dan Tabiat Sukses Anak menurut Margot Machol Bisnow

ADA artikel yang dipaparkan oleh Tim redaksi CNBC Indonesia dengan tajuk “Orang Tua Jangan Katakan 4 Kalimat ini kalau mau Anak Sukses”. (tanggal 12 November 2024). Empat kalimat tersebut perlu dihindari orang tua agar anak bisa sukses. Hal ini diungkapkan oleh Peneliti dan penulis Margot Machol Bisnow. Keempat kelimat tersebut dirangkum sebagai berikut:

  1. ”Tidak boleh main sepulang sekolah sampai nilai kamu meningkat”
  2. ”Ayah-ibu akan memberimu uang jika kamu mendapat nilai bagus”
  3. ”Ayah/ibu tidak percaya kamu, jadi ayah/ibu mengecek PR kamu dan memperbaiki kalau ada yang salah”
  4. ”Ayah/ibu memberi tambahan uang saku supaya kamu bisa membeli apapun yang kamu mau”

Mari kita mengenal  Margot Machol Bisnow sekaligus mendalami lagi apa yang menjadi pemikiran Margot Machol Bisnow.

 

  1. Siapa itu Margot Machol Bisnow.

Margot dikenal juga sebagai penulis buku “Raising Kids to Thrive: Balancing Love with Expectations and Protection with Trust”, yang diterbitkan pada tahun 2020. Tema penting mengenai cara mendidik anak-anak agar dapat berkembang secara holistik — mencakup aspek emosional, intelektual, dan sosial. Keseimbangan  antara memberikan kasih sayang dan memberikan tantangan yang sehat, serta bagaimana orang tua bisa menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak mereka untuk berkembang menjadi individu yang mandiri dan sukses. Sebagai seorang profesional, Margot Machol Bisnow telah berbicara di berbagai platform mengenai bagaimana orang tua dapat memberikan dukungan terbaik kepada anak-anak mereka dalam konteks dunia yang semakin kompetitif. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara memberikan dukungan tanpa mengekang kebebasan anak dan mendorong mereka untuk menghadapi tantangan hidup. Margot adalah ibu dari dua anak. Anak-anaknya ini menjadi inspirasi . Ia berfokus pada pengembangan anak-anak melalui cara yang lebih terlibat dan empatik. Selain itu, sebagai pasangan dari Will Bisnow, pendiri Bisnow Media, ia juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang dinamika dunia bisnis, yang memungkinkan dia untuk membawa perspektif kewirausahaan ke dalam pekerjaan dan kegiatan pribadinya.

BACA JUGA:

Kurikulum Merdeka: Antara Harapan dan Kenyataan (Sebuah Refleksi di Hardiknas 2023)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *