Program MBG Berada di Persimpangan: Lanjut atau Berhenti?

Oleh Moses S, Pendidik di Jakarta


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan paling ambisius yang diluncurkan pemerintah Indonesia pada tahun 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Dengan cakupan yang sangat luas dan target penerima hingga puluhan juta orang, MBG tidak hanya menjadi program sosial, tetapi juga instrumen pembangunan nasional yang menghubungkan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Namun, dalam perjalanannya, program ini menghadapi berbagai tantangan serius. Seiring dengan implementasi di lapangan, muncul berbagai pandangan dari pengamat, akademisi, dan praktisi yang mempertanyakan efektivitas, efisiensi, serta keberlanjutan program. Oleh karena itu, saat ini MBG berada di persimpangan penting: apakah harus dilanjutkan, diperbaiki, atau bahkan dihentikan.

Dari sisi pemerintah, program MBG dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pernyataan pada 15 Oktober 2025 menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal pemberian makanan gratis, tetapi merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Dengan gizi yang cukup, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing bangsa.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *