Menjadi Guru di Era Digital, Antara Tantangan dan Peluang

Oleh Sesilia Janus Melci, Mahasiswi Semester 2 STIPAS Santo Sirilus Ruteng


Perubahan zaman menuntut semua lini kehidupan beradaptasi, termasuk dunia pendidikan.
Transformasi ini sangat terasa dengan hadirnya teknologi digital yang mengubah cara belajar, cara
mengakses informasi, hingga cara berinteraksi dalam proses pembelajaran. Platform seperti Google
Classroom, Zoom, Microsoft Teams, dan Learning Management System (LMS) kini menjadi bagian dari
keseharian guru dan siswa.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu. Dengan satu klik,
siswa dapat mengakses ribuan video pembelajaran di YouTube, mengikuti kursus daring di platform
seperti Coursera dan Ruangguru, atau membaca referensi ilmiah melalui Google Scholar. Informasi
seolah melimpah tanpa batas ruang dan waktu. Kini, siswa bisa belajar dari mana saja, kapan saja,
bahkan tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan guru.

Lalu, apakah ini membuat peran guru memudar? Justru sebaliknya. Dalam lautan informasi yang luas,
siswa tetap membutuhkan pendamping yang mampu memfilter, memandu, dan mengarahkan proses
belajar mereka. Peran guru semakin penting, karena tidak semua informasi yang tersedia relevan, benar,
atau sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru menjadi navigator, mengajarkan literasi digital,
berpikir kritis, dan etika dalam menggunakan teknologi.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *