Meneropong Agama di Era Post-Antroposen: Menuju Kajian Trans-Sosiologis (Bag.I)

Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng


Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Shalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, dan Salam Kebajikan, Saya mengajak kita semua memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas rahmat perjumpaan ini, bukan pada momentum biasa, melainkan pada Bulan Pendidikan ini—dengan opsi fundamental untuk memanusiakan generasi baru—yang lebih manusiawi, inklusif-setara, dan demokratis.

 

Hadirin yang Budiman

Pada awal pidato ini, saya ingin menyapa sekaligus mengucap terima kasih kepada berbagai pihak atas kehadiran dan dukungannya; Yang terhormat Bapak Gubernur Provinsi NTT, Yang terhormat Bapak Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV Nusa Tenggara Timur (LLDIKTI Wilayah XV NTT), Bapak Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng terutama atas konsistensi dan komitmen mengembangkan pendidikan tinggi di wilayah ini—juga kepada segenap pejabat dan staf LLDIKTI Wilayah XV NTT yang sempat hadir; Kepada Yth. Bapak Bapak Bupati Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan segenap pejabat Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yang hadir; Dewan Pembina Yaspar, Pater Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, Romo Ketua Yaspar dan segenap anggota pengurus Yaspar; Para Pimpinan Kampus yang sempat hadir, Ketua dan anggota Senat Akademik UNIKA Santu Paulus Ruteng; Romo Rektor UNIKA Santu Paulus Ruteng dan jajaran pejabat struktural, Para Guru Besar UNIKA Santu Paulus Ruteng, secara khusus Ibu Profesor Sabina Ndiung, para kolega dosen-peneliti dan pegawai UNIKA Santu Paulus Ruteng, keluarga besar UNIKA Santu Paulus Ruteng, keluarga besar Prodi PBSI UNIKA Santu Paulus Ruteng, Jajaran Panitia Pengukuhan Guru Besar, Bapak Rikard Sagano, Bapak Evan Marsidi, Bapak Sais, Ibu Felomena; keluarga besar Keuskupan Labuan Bajo; para kolega—Dr. Boni Hargens, Profesor Herman Beck dari University of Tilburg, Belanda, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, segenap hadirin dan tamu undangan; kedua orang tua saya, Bapak Viktor Regus, seorang pensiunan guru SD, dan Ibu Theresia Jaira, seorang ibu rumah tangga; serta adik-adik dan keluarga besar.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *