Nomophobia: Baterai Satu Persen dan Matinya Dialog

Oleh: Maria Verania Luju (Siswi SMAK Reo)



Pernahkah kita duduk bersama teman-teman, tetapi hampir tidak ada percakapan yang terjadi karena
masing-masing sibuk dengan ponselnya? Pernahkah kita merasa gelisah hanya karena baterai ponsel mulai
menipis atau jaringan internet tiba-tiba hilang?

Mungkin hal-hal tersebut terlihat sederhana. Bahkan, kita mungkin menganggapnya sebagai bagian biasa dari kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa kita sadari, kebiasaan itu perlahan dapat mengubah cara kita berinteraksi dengan orang-orang di sekitar.

Dalam khazanah ilmu pengetahuan, istilah nomophobia(no-mobile-phone-phobia) cukup populer seiring
dengan semakin lekatnya ponsel dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah ini lebih banyak digunakan dalam penelitian untuk menggambarkan rasa cemas atau tidak nyaman ketika seseorang tidak dapat menggunakan atau mengakses ponselnya.

Fenomena ini semakin menarik perhatian karena ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi. Ia telah menjadi tempat kita mencari informasi, hiburan, berkomunikasi, belajar, bahkan melarikan diri sejenak dari keadaan di sekitar.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *