Oleh Hendrik Maku, SVD
“Satu-satunya orang yang pantas saya bandingkan adalah diri saya di masa lalu.”
— Sigmund Freud
Pada hari Jumat, 3 Juli 2026, saat usia saya genap 46 tahun, saya semakin mengerti bahwa hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi lebih hebat daripada orang lain. Terlalu sering kita melihat keberhasilan orang lain dan diam-diam mengukur diri dengan pencapaian mereka. Kita menyaksikan puncak yang mereka raih, tetapi tidak melihat jalan terjal yang mereka lalui. Kita mengagumi hasil yang tampak hari ini, tetapi tidak mengetahui berapa banyak kegagalan, pengorbanan, air mata, dan doa yang menyertai perjalanan mereka.
Karena itu, di hari istimewa ini saya memilih untuk tidak bertanya, “Mengapa saya belum seperti mereka?” Sebaliknya, saya memilih bertanya, “Apakah saya sudah bertumbuh dibandingkan diri saya yang dulu?”
Ketika menoleh ke belakang, saya melihat perjalanan panjang yang penuh warna. Saya melihat pribadi yang pernah ragu, pernah jatuh, pernah gagal, pernah terluka, tetapi tidak berhenti melangkah. Saya melihat seseorang yang terus belajar memahami kehidupan, menerima keterbatasan, dan menemukan makna di balik setiap peristiwa yang dialami.
