Oleh Gerard N. Bibang, alumnus IFTK Ledalero, pernah bekerja di Deutsche Welle di Koeln dan Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum, sekarang tinggal di Jakarta.
Ia tampak asli seperti makhluk langit; sumringah senyumnya tampak suci; itu-lah apa yang tampak; tampaknya, tampaknya; itu-lah yang seolah-olah, yang seakan-akan; seluruh negeri lelah dan letih; segala teori menjadi tidak berarti
Ia yang tampak adalah seolah-olah; yang remang-remang disangka tenang; yang sebenar-benarnya benar dijadikannya suram; kebohongannya adalah kejujurannya; kekonyolannya adalah kegagahannya; ketidaktahuannya adalah kebijaksanaannya; ketidaklayakannya ia sembunyikan rapat-rapat; ia tidak tahu bahwa ia sejatinya tidak tahu; segala sesuatu diukur menurut apa yang ia mau
Jangankan aku; engkau pun tidur sepanjang siang dan malam mencari ilmu; tapi gagal paham berkepanjangan; sujudmu tak berkesudahan memohon pencerahan; tapi info yang berdatangan silih berganti hanya remang-remang
Hawa yang menyebar pun sangat dipenuhi kuman jahat; membuat jasad manusia pendek usianya; menyebabkan jiwa manusia sangat sukar menangkap secercah cahaya; sehingga sangat banyak manusia yang sampai usia tuanya tetapi kanak-kanak mentalnya; yang menyangka dunia adalah surga; yang memprasangkai surga sebagai urusan nanti setelah mati; mana salah mana benar menjadi sangat tipis; manusia-manusianya sangat lelah dan letih; oleh kepalsuan dan kebohongan yang menjadi narasi sehari-hari
